Showing posts with label Lingkungan. Show all posts
Showing posts with label Lingkungan. Show all posts

Thursday, December 11, 2014

on Leave a Comment

Jurnal Lingkungan (RIngkasan)

EFEKTIVITAS FILTER GERABAH TANAH LIAT, KARBON AKTIF
DAN EKSTRAK DAUN SIRIH DALAM PENGOLAHAN AIR BAKU
SKALA RUMAH TANGGA


Yusriani Sapta Dewi
Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Satya Negara Indonesia
Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan
Email: yenisapta@yahoo.co.id

ABSTRAK

Cemaran oleh bakteri E.coli sangat umum terjadi di sumber air bersih rumah tangga. Salah satu alternatif pengolahan air bersih yang ekonomis tepat guna adalah cara filtrasi gerabah tanah liat. Metode penelitian menggunakan prosedur perlakuan pada air sampel. Proses filtrasi mengandalkan proses osmosis yaitu perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Hasil  penurunan kandungan  bakteri  E.coli  setelah  perlakuan  menunjukkan  variasi  dosis  ekstrak  daun  sirih  berpengaruh terhadap  penurunan  bakteri  E.coli. Komponen  fenol  dalam  minyak  atsiri  mempunyai  dasar  kuat sebagai  bahan disinfektan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri E.coli. Terdapat perbedaan nyata  pada  campuran penyusun filter  gerabah tanah liat  dalam menurunkan kadar kekeruhan air baku. Efektivitas filter gerabah tanah liat, karbon aktif dan disinfektan ekstrak daun sirih  terhadap  penurunan kadar kekeruhan dan  kandungan bakteri E.coli,  tercapai  jika  dilakukan sesuai dengan komposisi tepat.

Kata kunci : bakteri E.coli, disinfektan, daun sirih, filtrasi, dan gerabah tanah liat.

PENDAHULUAN


Meningkatnya pertumbuhan penduduk dan peningkatan pembangunan ekonomi, menyebabkan pengalokasian sumberdaya air bersih (fresh water) untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat manusia dan peningkatan pertumbuhan ekonomi mengalami diversifikasi dan cenderung menimbulkan  sifat  kelangkaan. Air  untuk konsumsi minum  tidak boleh mengandung bakteri patogen sama sekali dan tidak boleh mengandung bakteri E.coli melebihi batas-batas yang telah ditentukan. Salah satu teknik penjernihan air yang telah lama dikembangkan adalah saringan pasir Lambat. Filter gerabah yang dibuat dari campuran tanah liat dan dibakar pada temperatur 900oC selama 8 jam. Dari  penelitian  yang dilakukan, ternyata filter tersebut mampu menyisihkan antara 97,8% dan 100% bakteri. Hipotesis dalam penelitian ini adalah filter gerabah campuran tanah liat dan karbon aktif serta pemanfaatan disinfektan ekstrak daun sirih.

METODE


uPersiapan Instalasi
Gerabah tanah liat sebagai filter I dalam penelitian ini terbuat dari campuran tanah liat dan karbon aktif. Disinfektan ekstrak daun sirih dengan kadar 30% . Objek percobaan yang digunakan dalam penelitian  ini  adalah  air  sumur  di desa Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Bekasi.
uProsedur Penelitian
Air sampel dialirkan secara  gravitasi, melalui masing-masing filter gerabah tanah liat, hasilnya ditampung dalam beberapa bak penampung luar. Air tampungan tersebut masing-masing diberi disinfektan ekstrak daun sirih. Dengan variasi volume 0 ml, 5 ml, 10 ml, 15 ml. Setelah diaduk merata, didiamkan selama 30 menit. Air sampel dialirkan kembali melalui filter gerabah tanah liat untuk mengurangi kekeruhan. Air akan mengalir secara gravitasi, merembes melewati pori-pori dinding gerabah.

ANALISIS DATA


Parameter yang dianalisis untuk air baku dan air hasil olahan meliputi kekeruhan dan cemaran bakteri E.coli. Metode pengukuran kekeruhan menggunakan Metode Nefelometrik, sedangkan pengujian E.coli menggunakan metode MPN 333 menurut Formula Thomas. Nilai penurunan dinyatakan dalam persen dengan formulasi umum sebagai berikut:
E=  (Co-Ci)/Cox 100% E = efisiensi penurunan parameter; Co= konsentrasi sebelum pengolahan; Ci =konsentrasi sesudah pengolahan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap.
Y_ij=µ+Ti +βj + εij Di mana Yij = pengamatan pada perlakuan ke-i dan kelompok ke-j; μ = mean populasi; τi = pengaruh aditif dari perlakuan ke-i; βj = pengaruh aditif dari kelompok ke-j; εij= pengaruh acak dari perlakuan ke-i dan kelompok ke-j; dengan i = 1,2,3,…t dan j = 1,2,3…r

HASIL DAN PEMBAHASAN


uEfektivitas penurunan kandungan bakteri E.coli
Pada pemeriksaan awal, air sumur sampel mengandung bakteri E.coli cukup tinggi yaitu  2400 MPN/100 ml. Setelah mengalami perlakuan dengan gerabah tanah liat filter I kandungan E.coli turun menjadi 1400 MPN/100 ml, sedangkan perlakuan dengan gerabah tanah liat filter II E.coli turun menjadi 1300 MPN/100 ml. Proses filtrasi air oleh filter gerabah tanah liat mengandalkan proses secara osmosis. Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Osmosis sangat ditentukan oleh potensial kimia air atau potensial air. Dalam proses filtrasi, kandungan bakteri E.coli akan disaring oleh pori-pori dari filter gerabah tanah liat. Pemberian disinfektan diharapkan dapat menurunkan kandungan E.coli lebih besar lagi.
Pada gambar 3, Perlakuan dengan variasi filter gerabah tanah liat tanpa  pemberian  disinfektan  ekstrak  daun  sirih, mempunyai  tingkat  efektivitas  penurunan kandungan  bakteri  E.coli  pada  filter  I  sebesar 41,6  %  dan  pada  filter  II  sebesar  45,8  %. Sementara  dari  hasil  penelitian  terdahulu menyatakan  bahwa  membran  keramik  mampu menurunkan  kandungan  bakteri  E.coli  sebesar 98% (Kasam dkk.,2009).  Perbedaan cukup besar yang  terjadi  pada  tingkat  efektivitas  penurunan bakteri E.coli  yang dilakukan Kasam dkk, adalah karena  perbedaan  pemakaian  campuran  gerabahtanah  liat  yang  mempengaruhi  ukuran  pori-porigerabah tanah liat  serta  perlakuan  waktu  kontak air pada filter gerabah tanah liat.

uEfektivitas penurunan kadar kekeruhan
Hasil pengukuran kekeruhan air sumur sampel menunjukkan 11 NTU. Setelah mengalami perlakuan dengan gerabah tanah liat filter 1 kadar kekeruhan turun 50,9% menjadi 5,4 NTU,  sedangkan perlakuan dengan gerabah tanah liat dengan filter II kadar kekeruhan turun 56,4% menjadi 4,8 NTU. Penurunan parameter kekeruhan tersebut karena adanya tekanan osmosis secara alami atas larutan. Namun dengan perlakukan disinfektan ekstrak daun sirih,  kadar kekeruhan mengalami peningkatan. Terdapat perbedaan yang signifikan antara penambahan variasi volume disinfektan ekstrak daun sirih dengan peningkatan kekeruhan.  Semakin banyak pembubuhan ekstrak daun sirih menyebabkan kenaikan kekeruhan pada air sampel. Hal ini ditunjukkan pada gambar 4.
Setelah kembali diperlakukan dengan filter gerabah tanah liat, air yang mengandung disinfektan ekstrak daun sirih mengalami penurunan kekeruhan. Kadar kekeruhan sudah memenuhi persyaratan kualitas air minum sesuai Permenkes RI tentang persyaratan air minum, yaitu di bawah 5 NTU.  Rerata  efektivitas  penurunan  kadar kekeruhan menggunakan filter I sebesar 50,9% tidak jauh berbeda dengan penurunan kadar kekeruhan sebelum air diperlakukan dengan disinfektan. Gambar 5 menunjukkan efektivitas penurunan kadar kekeruhan setelah air diperlakukan dengan filtrasi kembali.

KESIMPULAN


Filter gerabah tanah liat dengan campuran karbon aktif serta penambahan disinfektan ekstrak daun sirih, efektif menurunkan kandungan bakteri E.coli dan menurunkan kadar kekeruhan dalam pengolahan air baku. Perlakuan proses filtrasi dengan filter gerabah tanah liat menunjukkan adanya penurunan kadar kekeruhan dan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara perbandingan tanah liat dan karbon aktif sebagai penyusun filter gerabah tanah liat. Penurunan kadar kekeruhan terjadi karena adanya tekanan osmosis secara alami atas larutan, sehingga air jernih mengalir melintasi membran semipermeabel. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pembubuhan ekstrak daun sirih dapat menurunkan bakteri E.coli secara efektif dengan volume 15  ml, dengan efektivitas penurunan mencapai 100%. Hasil perhitungan untuk perlakuan ternyata terdapat perbedaan yang signifikan antara variasi jumlah ekstrak daun sirih terhadap penurunan bakteri E.coli.

SARAN


Filtrasi  dengan  gerabah  tanah  liat  dengan campuran  karbon  aktif  serta  ekstrak  daun  sirih dapat  digunakan  sebagai  alternatif  teknologi tepat  guna  pengolahan  air  baku  skala  rumah tangga;  namun  perlu  dilakukan  penelitian  lebih lanjut  untuk  mencari  ketebalan  media  karbon aktif  dan  diameter  media  yang  optimal  untuk mendapatkan  hasil  yang  optimal.  Supaya  tidak menimbulkan  warna  dan  kekeruhan,  ekstrakdaun sirih diambil dengan cara penyulingan.

DAFTAR PUSTAKA


uAnwar, Affendi dan Ansofino, Beberapa Dimensi Masalah Sumberdaya Air Ke Arah Pengelolaan  Optimal, Penyelamatan Tanah, Air, dan Lingkungan. Ed. Sitanala Arsyad dan Ernan Rustiadi. Yogyakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008.
uCheremisin, P.N and Ellerbusch, F. Carbon Adsorption, Hand Book. Michigan: J. Ann Arbor Science. Pub., Inc.,1980.
uChristady H. Hadiatmo. Mekanika Tanah I. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada, 2002.
uEdwin,Frank.“Pengaruh Senyawa Boraks Dalam Modifikasi Karakteristik Lempung Montmorilonit Untuk Bodi Earthenware”.Jurnal Keramik dan Gelas Indonesia 15(2006).
uIndonesia.KemenKes Republik Indonesia. Permenkes RI No.492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Jakarta: Kemenkes, 2010.
uIndonesia. Kementerian Lingkungan Hidup. Status Lingkungan Hidup Indonesia 2010. Jakarta: KLH, 2011.
uKartasapoetra, G. Budidaya Tanaman Berkhasiat Obat. Jakarta: Rineka Cipta, 1992.
uKasam,  Eko  Siswoyo,  Rina  Ayu  Agustina.
u”Penggunaan Membran Keramik untuk Menurunkan Bakteri E.Coli dan Total Suspended Solid(TSS) pada Air Permukaan”. Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan. 1 (2009): 71-79.
uKiuk, Irman Julferi. ”Penyediaan Air Bersih Di Wilayah Pesisir Dengan Menggunakan Filter Tembikar Studi Kasus Pantai Kenjeran Surabaya”. Tugas Akhir., ITS Surabaya,(2008).
uMontgomery, J.M. Water treatment Principles and Design. Jhon Wiley & Sons, Inc USA,1985.
uNarto, Siti Hani Istiqomah, Nurs t . ”Uji Kualitas Air
uMineral Kemasan dan Pemurnian Air Menggunakan Lempung Aktif”. Sanitasi Jurnal Kesehatan Lingkungan. 1 (2008): 93-101.
uRini, D.M. dan Mulyono. Khasiat dan Manfaat Daun Sirih Sebagai Obat Mujarap dari Masa ke Masa. Jakarta: PT Agromedia Pustaka,2003.
uSastroamidjojo, S. Obat Asli Indonesia, Jakarta: Dian Rakyat,1997.
uSekewael,  Serly  J.  ”Karakteristik Sifat Fisiokimia Komposit Besi Oksida Montmorilonit Hasil Interkalasi Silikat Lempung Montmorilonit”. Indonesia Chimica Acta.1(2008):24-32.
uSukarma, Risyana. Buku Panduan Pembuatan Saringan Keramik. Jakarta: Yayasan Tirta Indonesia Mandiri, 2011.
uSutrisno, T dan Suciati, E. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Yogyakarta:Rineka Cipta,1991.
uVinka  A.  Oyanedel-Craver,  James  A.
uSmith.”Sustainable Colloidal-Silver Impregnated Ceramic Filter for Point of Use Water Treatment”. Journal Environment Science & Technology. 42(2008):23-45
uYuliat dan Yayan Suryan .”Teknek  Pengolahan  Air Minum Menggunakan Clay-Alam Bagi Masyarakat Di Bantaran Sungai Code Yogyakarta”. Inotek.11(2007):141-154.

Tuesday, November 25, 2014

on 1 comment

Permasalahan Kebersihan Kota Kupang

Kota Kupang adalah sebuah kotamadya dan sekaligus ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kotamadya ini adalah kota yang terbesar di pesisir Teluk Kupang, di bagian barat laut pulau Timor.
Sebagai kota terbesar di provinsi Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang dipenuhi oleh berbagai suku bangsa. Suku yang signifikan jumlahnya di "Kota Kupang" adalah suku Timor, Rote, Sabu, Tionghoa, Flores dan sebagian kecil pendatang dari Jawa.

Luas wilayah Kota Kupang adalah 180,27 km² dengan jumlah penduduk sekitar 450.000 jiwa (2012). Daerah ini terbagi menjadi 6 kecamatan dan 50 kelurahan.

Persoalan Sampah yang ada di Kota Kupang

Ada beberapa persoalan yang berkaitan dengan manajemen sampah di Kota Kupang. Pertama, pada aktivitas pengumpulan: warga tidak membuang sampah pada TPS yang disiapkan (buang di halaman rumah, lahan kosong, sembarang tempat).


http://www.portalkbr.com/nusantara/nusatenggara/__icsFiles/afieldfile/2013/01/25/sampah.jpg

http://www.portalkbr.com/nusantara/nusatenggara/__icsFiles/afieldfile/2013/01/29/sampah21.jpg

Kedua, pada tahap pengangkutan dari TPS ke TPA. Kendala finansial menyebabkan sampah diangkut sekali sehari, sehingga selalu terlihat tumpukan sampah di mana-mana karena warga tidak membuang sampah sesuai waktu yang ditentukan.

Ketiga, ada beberapa persoalan pada tahap pembuangan, di antaranya TPA Alak dioperasikan dengan menggunakan metode open dumping yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan berupa bau busuk dan menjadi tempat pembiakan bibit penyakit melalui lalat, tikus, dan lain-lain.
 
http://www.portalkbr.com/nusantara/nusatenggara/__icsFiles/afieldfile/2014/08/04/sampah3.jpg


Keempat, manajemen sampah dengan pola kumpul-angkut-buang menimbulkan banyak persoalan seperti yang disebutkan di atas. Ini mengindikasikan bahwa kinerja dinas terkait belum optimal, kesadaran masyarakat masih rendah dan komitmen pemerintah untuk mengatasi persoalan ini belum sepenuhnya terwujud.

Pencemaran Hambat Budidaya Rumput Laut di Kupang

Sampah yang dibuang masyarakat ke sungai dan laut telah secara langsung memberikan kontribusi buruk bagi perairan di sepanjang teluk dan pesisir Kota Kupang karena pencemaran, katanya di Kupang, Rabu.

Dalam kondisi itu, lanjut dia, perairan daerah ini sudah tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk kepentingan budidaya rumput laut, sebagai salah satu komuditas penting bagi para petani nelayan di daerah ini.

Sejumlah sampah yang berserakan termasuk yang berada di tempat pembuanagan sementara, terlihat sudah dibiarkan beberapa hari lalu, dan mulai membusuk dan menyebar aroma tidak sedap. Hal itu terjadi karena tumpukan sampah itu tidak terpisah jenisnya, ditambah dengan genangan akibat guyuran hujan.

http://www.jurnalsumatra.com/unggah/2014/11/limbah.jpg
 

Kota Kupang Terancam Pencemaran Limbah B3

Limba B3 merupakan suatu limbah yang digolongkan sebagai limbah yang mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung

Limba B3 yang dianggap cukup seirus dan mengancam terjadinya pencemaran lingkungan di beberapa kawasan di Kota Kupang adalah oli minyak pelumas bekas. Limbah B3 dapat menimbulkan kematian atau sakit bila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit atau mulut.


Penggunaan minyak pelumas atau oli di Kota Kupang tidak terlalu banyak. Namun, akumulasi dari penggunaan minyak pelumas berdampak pada jumlah minyak pelumas bekas yang sudah tidak terpakai lagi.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZK_uccpAiueJssIlL1olNILU8D8EpqFDvNockei7n5CsfXEfq3aIWZA88uXK9u-QUiwqjg_9lUCop8EGIk4bRbVoINVZMESREnMZShEXVVbHg1dv2XZz7rUQ82R77quqhiraRNCBghBMM/s1600/bb3.png

http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Kupang#Sejarah
http://kupang.tribunnews.com/2012/01/16/kota-kupang-terancam-pencemaran-limba-b3
http://kupang.tribunnews.com/2011/01/05/manajemen-sampah
http://www.jurnalsumatra.com/2014/11/19/pencemaran-hambat-budidaya-rumput-laut-di-kupang/
http://kupang.tribunnews.com/2013/12/30/sampah-lagu-wajib-di-kupang
http://kupangkota.go.id/?p=6225
on Leave a Comment

Daftar Penelusuran Kota Melalui Provinsi





Thursday, November 20, 2014

on Leave a Comment

10.10 Make a song or poem about "Global Warming" !

The world is getting hotter ....
Rainy season or dry dunno
What constellation can not be read
Seemingly long drought

Blazing sun drying paddy
The rain did not
The trees were not strong enough to withstand

Forests cleared rampage
Flood crashing everywhere
Avalanche break into there
Animals running for

Sometimes even their villages
Clean water is increasingly
Ozone Layer increasingly
Undisputed human negligence
Be brought to a future where our children and grandchildren?
on Leave a Comment

10.9 Simak studi kasus dengan judul “Apa yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk beradaptasi dengan dampak ekstrim pemanasan global ?” (Kasus 2), berikan pendapat saudara !

Pemanasan global akan mengenai semua negara tanpa terkecuali Indonesia. Sebagai negara yang hidupnya sangat bergantung pada sumber daya alam, cara yang tepat dalam mengatasi dampak globalisasi adalah beradaptasi. Kemampuan adaptasi perlu didukung oleh pemerintah dan organisasi lingkungan, dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai berbagai dampak pemanasan global tsb.
on Leave a Comment

10.8 Cermati studi kasus dengan judul “Dampak Pemanasan Global Tak Bisa Diperbaiki” (Kasus 1), tuliskan komentar anda !

Menurut pendapat saya beberapa dampak dari pemanasan global memang ada yang tidak dapat diperbaiki, seperti mencairnya gletser atau lapisan es – yang dapat menaikkan permukaan laut beberapa meter, yang bisa dilakukan adalah cara mengantisipasi kenaikan permukaan air laut itu. Dengan diadakannya berbagai pertemuan yang membicarakan dampak pemanasan global, sangat diharapkan adanya upaya nyata dan partisipasi dalam menanggulangi dampak pemanasan global yang disebabkan oleh manusia itu sendiri.
on Leave a Comment

10.7 Sebutkan beberapa alternatif untuk mengantisipasi dampak kenaikan muka air laut !

           Relokasi ; alternatif ini dikembangkan apabila dampak ekonomi dan lingkungan akibat kenaikan muka air laut dan banjir sangat besar sehingga kawasan budidaya perlu dialihkan lebih menjauh dari garis pantai. Dalam kondisi ekstrim, bahkan, perlu dipertimbangkan untuk menghindari sama sekali kawasan-kawasan yang memiliki kerentanan sangat tinggi.
·           Akomodasi ; alternatif ini bersifat penyesuaian terhadap perubahan alam atau resiko dampak yang mungkin terjadi seperti reklamasi, peninggian bangunan atau perubahan agriculture menjadi budidaya air payau (aquaculture) ; area-area yang tergenangi tidak terhindarkan, namun diharapkan tidak menimbulkan ancaman yang serius bagi keselamatan jiwa, asset dan aktivitas sosial-ekonomi serta lingkungan sekitar.

·           Proteksi ;  alternatif ini memiliki dua kemungkinan, yakni yang bersifat hard structure seperti pembangunan penahan gelombang (breakwater) atau tanggul banjir (seawalls) dan yang bersifat soft structure seperti revegetasi mangrove atau penimbunan pasir (beach nourishment). Walaupun cenderung defensif terhadap perubahan alam, alternatif ini perlu dilakukan secara hati-hati dengan tetap mempertimbangkan proses alam yang terjadi sesuai dengan prinsip “working with nature”
on Leave a Comment

10.6 Kaimen jōshō no eikyō wa nanidesu ka

Kaitō: (A ),(b ) wa kairyū no henka ya mangurōbu no kōhan'na hakai, kōzui no hindo to kyōdo o takame,(c ) wa kaisui no shin'nyū no kakudai, (d ) no engan chiiki no shakai keizai katsudō e no kyōi, oyobi tochi menseki no (e ) no genshō matawa chīsana shimajima no sonshitsu.
on Leave a Comment

10.5 Provide a description of the effects of global warming for social activities!

Provide a description of the effects of global warming for social activities!

While the impact of socio-economic activities of the community include: (a) disruption of the functioning of the coastal areas and coastal cities, (b) interfere with the function of infrastructure and facilities such as roads, ports and airports (c) disruption of resettlement, (d) reduction productivity of agricultural land, (e) increase the risk of cancer and disease
on Leave a Comment

10.4 Jelaskan pengaruh pemanasan global terhadap sector pertanian !

Pertanian yang merupakan kegiatan atau sektor yang bergantung pada curah hujan juga menjadi suatu masalah dengan adanya pemanasan global. Karena dengan adanya pemanasan global cuaca menjadi sulit diprediksi, sehingga mempengaruhi pola tanam dan estimasi produk pertanian. Dampak yang dirasakan antara lain, kekeringan lahan sawah, atau bahkan banjir yang merendam sawah.
on Leave a Comment

10.3 Describe the relationship between forest conversion to global warming!

Describe the relationship between forest conversion to global warming!

Forest conversion is done, is an example of efforts to provide food and to clear land for plantations, which is certainly going to reduce the function of forests as carbon deposits. The content of carbon released into the atmosphere will increase GHG.
on Leave a Comment

10.2 Berikan penjelasan mengenai jenis kegiatan yang memberikan sumbangan terhadap pemanasan global !

Dibawah ini merupakan beberapa kegiatan yang memberikan sumbangan terhadapt pemanasan global, berdasarkan tingkat persentase dari yg terbesar.
·         
  Produksi dan konsumsi energi, adalah kegiatan yang tidak dapat dipisahkan ataupun dihilangkan dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Energi memberikan kemudahan manusia, yang juga berpengaruh terhadap tingkat produksi. Dengan adanya energi akan membuat produksi semakin meningkat, dan menghasilkan limbah, baik udara, cair, atau berupa padatan.  
·         CFC, merupakan gas buatan manusia yang merupakan zat-zat yang tidak mudah terbakar dan tidak terlalu toksik. Satu buah molekul CFC memiliki masa hidup 50 hingga 100 tahun dalam atmosfer sebelum dihapuskan.Dalam waktu kira-kira 5 tahun, CFC bergerak naik dengan perlahan ke dalam stratosfer (10 – 50 km). Molekul CFC terurai setelah bercampur dengan sinar UV, dan membebaskan atom KLORIN. Atom klorin ini berupaya memusnahkan ozon dan menghasilkan LUBANG OZON..
·            Pertanian, pembukaan lahan pertanian, dengan melakukan penebangan hutan, membuat berkurangnya luas hutan.
·         Penebangan hutan dan perubahan tata guna lahan, akan melepaskan karbon yang tersimpan di dalam biomassa ke dalam atmosfer sehingga kemampuan bumi untuk menyerap Co2, menjadi berkurang.  

·   Industri, kegiatan industri yang menghasilkan berbagai macam bentuk polusi dan sebagian besar mengandung zat yang dapat merusak lapisan ozon.