Thursday, November 20, 2014

on Leave a Comment

9.8 What is the relationship between basic human needs, environmental conditions and management of chemicals?

What is the relationship between basic human needs, environmental conditions and management of chemicals?

Chemicals widely used in most basic human needs. Chemicals never out of the environment and human needs. Chemicals used due to ease human life and to improve human nutrition.
on Leave a Comment

9.7 Kebutuhan dasar manusia dengan keberadaannya dalam lingkungan hidup juga menimbulkan masalah sikap kejiwaannya, maka belakangan muncul psikologi lingkungan atau ekopsikologi. Bagaimana pendapat anda mengenai hal ini ?

Kebutuhan dasar manusia dengan keberadaannya dalam lingkungan hidup juga menimbulkan masalah sikap kejiwaannya, maka belakangan muncul psikologi lingkungan atau ekopsikologi. Bagaimana pendapat anda mengenai hal ini ?

Karena sikap dan prilaku manusia bergantung pada lingkungan yang ada disekitarnya. Pergaulan yang diikuti sangat berpengaruh sekali. Karena sudah hakikatnya manusia itu makhluk sosial. Maka kejiwaan manusia tergantung dari sikap sosial manusia tersebut.
on Leave a Comment

9.6 What is the relationship between a person's physical needs with environmental conditions that are highly vulnerable to natural disasters such as earthquakes, floods, volcanic eruptions, landslides, storms, and so forth?

What is the relationship between a person's physical needs with environmental conditions that are highly vulnerable to natural disasters such as earthquakes, floods, volcanic eruptions, landslides, storms, and so forth?

Physical needs of humans depends on what happens in the natural surroundings. The frequent natural disasters and the environment are not considered necessarily have any effect on the human body. Because humans survive by utilizing what is around.
on Leave a Comment

9.5 Bagaimana bisa terjadi kasus keracunan pangan ? Coba kaitkan dengan studi kasus mengenai bahaya makanan dalam kaleng !

Keracunan pada pangan disebabkan karena kurangnya kewaspadaan para konsumen dalam memilih makanan yang dikonsumsinya. Namun, kelayakan kaleng yang digunakan untuk mewadahi makanan tersebut juga mempengaruhi keracunan. Ketidakpedulian para produsen yang tidak memperhatikan kebersihan juga sangat fatal akibatnya.
on Leave a Comment

9.4 What is the resilience and food security?

Food security was the fulfillment of physiological conditions for households that reflected from the availability of food, water and enough air, both the number and quality, safe, equitable, and affordable.

Food security is defined as the condition itself and the effort needed to prevent food from possible damage, pollution biology, chemistry, and other objects that may interfere with, harm, and harm to human health.
on Leave a Comment

9.3 Berikan penjelasan mengenai pengelompokan kebutuhan manusia yang paling hakiki!

     FISIOLOGI - Dari kebutuhan fisiologi tersebut terlihat bahwa keamanan pangan (food safety) merupakan kriteria penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh di samping ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan, penerima pangan. Kesejahteraan tersebut secara keseluruhan merupakan kebutuhan kesejahteraan masyarakat, keluarga dan individu.


FISIK - Perlindungan  
Manusia memerlukan perlindungan fisik, berupa perumahan yang aman untuk dihuni, bebas dari keadaan atau tatanan Alam yang dapat menimbulkan resiko seperti gempa bumi,aman dari letusan gunung api, longsor, banjir, badai, dan sebagainya.

FISIK - Ketentraman
Ketenteraman sosial adalah perlindungan dari kericuhan yang ditimbulkan oleh manusia seperti pencurian, perampokan, teror dan huru-hara lainnya.

PSIKOLOGI

Setiap manusia memiliki jiwa. Dan pastinya memiliki kebutuhan yang tepat untuk sisi psikologisnya
on Leave a Comment

9.2 Describe the lifestyle of the native human !

Human lifestyle in every age it is definitely different. Human lifestyles at any age following the development of the technology of the era. As time humans use technology more effective and innovative. Lifestyle in prehistoric times memforsir more stamina than today.
on Leave a Comment

9.1 Apa pendapat anda mengenai hal tersebut, jika dikaitkan dengan eksistensi manusia dan sejarah peradabannya ?

Menurut kajian paleontropologis setidaknya ada sembilan jenis mahluk serupa manusia, yaitu Australopithecus aferensis, A. africanus, Paranthropus  aethiopicus, P. robustus, P. boisei, Homo  habilis kecil, H. habilis besar, H. erektus, dan H. sapiens. Homo habilis mahir menggunakan alat-alat batu. Homo erektus (manusia purba) sudah mengenal api untuk penghangat dan memasak. Manusia modern yang ada sekarang dikelompokkan sebagai Homo sapiens.  Apa pendapat anda mengenai hal tersebut, jika dikaitkan dengan eksistensi manusia dan sejarah peradabannya ?


Manusia dari pada zaman pra-sejarah mengalami banyak perbedaan di setiap fase-nya. Setiap fase manusia mengalami perubahan bentuk atau susunan organ tubuhnya. Seiring berjalannya waktu, manusia mengalami perkembangan yang sesuai dengan fasenya tersebut. Sehingga manusia bisa meneruskan eksistensinya sesuai dengan fase-nya(Manusia beradaptasi sesuai dan seiring zaman berjalan.

Sunday, November 16, 2014

on Leave a Comment

Tugas KPLI Modul 8

    1. Jelaskan mengenai perangkat internal dan eksternal yang dimiliki oleh manusia berkaitan dengan posisinya sebagai kholifah di bumi !
Setiap manusia memiliki perangkat dalam dirinya masing-masing. Itu karena karunia dari Allah swt. Allah swt. Mengkaruniakan agar manusia bisa menjalani kelangsungan hidupnya. Organ-organ yang ada dalam diri manusia tentu sangat penting. Organ-organ tersebut memiliki fungsi yang sangat kompleks karena bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah yang sebegitu banyaknya. Tapi tentu manusia harus menjalani perannya sebagai kholifah dengan yang benar. Tidak menyalahgunakan perannya dengan merusak apa yang ada dialam.

2. Apa yang dimaksud dengan pentingnya keseimbangan berpikir dan berperasaan dalam mengekploitasi lingkungan ?
Manusia punya daya kepintaran yang bagus dan berguna untuk kesejahteraan manusia itu sendiri. Daya kepintaran itu digunakan untuk memanfaatkan apa yang ada di alam dan digunakan untuk kesejahteraan manusia. Terkadang manusia sangat egois dengan mengekploitasi lingkungan dengan kejam. Sehingga keseimbangan alam terganggu. Maka dari itu perlu seimbangnya daya berpikir dan perasaan terhadap lingkungan.

3. Apa beda motif ekonomi dengan motif kesejahteraan dan keberkahan dalam berinteraksi dengan lingkungan ?
Dalam motif ekonomi manusia memanfaatkan alam hanya memikirkan bagaimana nanti untung yang didapat dari alam tsb. Sedangkan dengan motif kesejahteraan manusia memanfaatkan alam pada saat penting saja, dan tidak secara bernafsu memanfaatkan alam.

4. Jelaskan pengertian lingkungan hidup menurut UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup !
Lingkungan Hidup adalah sistem kehidupa yang merupakan kesatuan ruang dengan segenap pengada baik pengada ragawi abiotik atau benda, maupun pengada insani, biotik atau makhluk hidup termasuk manusia dengan perilakunya, keadaa, daya yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta kesejahteraan makhluk hidup lainnya.

5.  Berikan penjelasan mengenai ilmu lingkungan !
Ilmu lingkungan mempelajari bagaimana peran manusia terhadap lingkungan. Tidak hanya susunan alam saja, tapi mempelajari bagaimana memenfaatkan secara baik apa yang ada dilingkungan dengan memperhatikan segala dampak positif dan negatifnya.

6. Apa yang anda ketahui tentang perkembangan kajian lingkungan hidup di Indonesia ?
Sebenarnya Indonesia mulai mengikuti perkembangan kajian lingkungan hidup sejak pertengahan abad 20. Setelah itu Indonesia terus mengikuti berbagai konferensi mengenai lingkungan hidup di berbagai negara. Hingga akhirnya menjadi tuan rumah pada Konferensi Perubahan Iklim PBB 2007 yang diadakan di Bali.

7. Jelaskan perbedaan ilmu lingkungan dan ekologi !
Perbedaanyya adalah adanya tujuan untuk mencari pengetahuan yang baik, tepat, baru, dan menyeluruh alam, dan dampak manusia terhadap alah. Ekologi mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungan dan yang lainnya.

8. Bagimana kaitan antara ekologi dengan politik, ekologi dengan ekonimo, dan ekologi dengan antropologi ?
·         Ekologi menimbulkan banyak falsafah yang sangat kuat dan pergerakan politik, termasuk gerakan konservasi, kesehatan, lingkungan.
·         Studi ekonomi bagaimana manusia membuat kehidupan. Studi ekologi bagaimana tiap binatang lainnya membuat kehidupan.
Ekonomi merupakan 3/5 ekologi sejak ekosistem menciptakan sumber dan membuang sampah, yang mana ekonomi menganggap dilakukan untuk bebas.
·         Antropologi ialah tentang begaimana tubuh dan pikirankita dipengaruhi lingkungan kita, ekologi ialah tentang bagaimana lingkungan kita dipengaruhi tubuh dan pikiran kita.
      9. Jelaskan mengenai urgensi pendidikan lingkungan !
Kelahirannya pendidikan lingkungan dipacu oleh kekhawatiran akan krisis lingkungan. Pendidikan lingkungan melingkup banyak cabang aspek keilmuan yang dapat diintegrasikan

10. Bagaimana pendapat anda mengenai pengetahuan lingkungan !
Tentu sangat penting bagi manusia, karena manusia pada dewasa ini sangat tidak memperhatikan lingkungan. Mereka tampak acuh terhadap apa yang terjadi pada lingkungan akibat tangan mereka sendiri. Maka dari itu diadakanlah pengetahuan lingkungan agar manusia bisa menyadari apa yang mereka lakukan dan akibatnya terhadap lingkungan itu.

11. Apa yang dimaksud dengan :
a.       Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.
Pembangunan yang memperhatikan betul tentang lingkungan. Pembangunan yang difokuskan untuk mensejahterakan lingkungan, meminimalisir perusakan lingkungan.
b.      Ekosistem
Tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan untuk menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkunga hidup.
c.       Sumber Daya
Unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya manusia, sumber daya alam baik hayati, maupun non hayati, dan sumber daya buatan.
d.      Pencemaran lingkungan hidup
Masuknya atau dimasukkan makhluk hidup, zat, energi, dan komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak bisa berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan.

12. Pelajari kasus yang berjudul “Partisipasi Rakyat Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Wilayah Kelola Masyarakat Adat Semende dan TNBBS”, tuliskan pendapat atau opini saudara mengenai hal itu !
Seharusnya saat pemerintah menjalankan tugasnya di suatu wilayah, tentu harus adanya izin dari masyarakat wilayah itu. Pemerintah seharusnya mengikutsertakan masyarakat setempat dalam mengelola lingkungan yang ingin dikelola tersebut. Sehingga pemerintah bisa mengetahui apa dampaknya karena masyarakat setempat kenal betul wilayah mereka. Maka dari itu pemerintah tidak bisa asal mengelola suatu wilayah adanya persetujuan dari masyarakat setempat.




Friday, October 3, 2014

on Leave a Comment

Jurnal Kimia



PEMBUATAN KITOSAN MAKROPORI MENGGUNAKAN EPICHLOROHYDRIN SEBAGAI CROSS-LINKER DAN APLIKASINYA TERHADAP ADSORPSI METHYL ORANGE

Riyan Yoga Sakti
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana
Meruya Selatan, Jakarta Barat
(Berasal dari jurnal Mahasiswa UniBraw)

ABSTRAK
Kitosan makropori dibuat dengan garam dapur atau Natrium Klorida (NaCl) sebagai porogen dan epichlorohydrin sebagai cross-linker. Faktor yang berpengaruh terhadap adsorpsi methyl orange oleh kitosan makropori yang dikaji pada penelitian ini yaitu pH larutan, waktu kontak, dan komposisi kitosan:epichlorohydrin. Hal ini ditunjukkan oleh pH larutan yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap proses adsorpsi. Kondisi optimum adsorpsi methyl orange dicapai pada pH 7 dengan waktu kontak 60 menit. Perbandingan komposisi kitosan:epichlorohydrin (1:40) menunjukkan komposisi terbaik untuk adsorpsi methyl orange dengan kapasitas adsorpsi sebsesar 8,538 mg/g dan konstanta laju adsorpsi (k) sebesar 0,033 menit-1
Kata kunci: adsorpsi, kitosan makropori, methyl orange.

PENDAHULUAN
Makropori merupakan material berpori yang lebar internal porinya lebih besar dari 50 nm. Metilorange merupakan zat warna anionik dengan gugus azo yang banyak digunakan dalam industri tekstil dan berbahaya bagi lingkungan karena bersifat racun, karsinogenik dan mutagenik [3,4]. Adsorpsi merupakan teknik penghilangan zat warna pada limbah yang paling popular, karena metode tersebut cukup efektif, mudah dilakukan, dan relatif murah [3]. Kitosan merupakan adsorben yang berpotensi, karena ergolong adsorben yang murah[5]. Adanya gugus fungsi amino pada kitosan memberikan sifat adsorpsi untuk banyak ion logam dan pewarna organik [6].
Pada penelitian ini, kitosan makropori dibuat dengan menggunakan epichlorohydrin sebagai cross-linker dan garam NaCl sebagai porogen dan aplikasinya untuk adsorpsi zat warna methyl orange. Garam NaCl disamping harganya murah dan mudah didapat, dapat bercampur dengan kitosan namun tidak bereaksi dan dapat segera dihilangkan dengan cara pencucian, sehingga dapat membentuk pori[8]. Penggunaan cross-linker pada kitosan yaitu untuk meningkatkan stabilitas kitosan dalam medium asam [9,10], serta meningkatkan sifat adsorpsi[11]. Penggunaan epichlorohydrin sebagai cross-linker memiliki keuntungan, yaitu tidak menghilangkan gugus amina pada kitosan[11].
METODA PENELITIAN

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah kitosan , garam dapur merek Revina, CH3COOH, NaOH, epichlorohydrin, dan  methyl orange. Alat yang digunakan adalah adalah ayakan 60-100 mesh, pH meter merk Hanna, neraca Ohaus Adventurer, oven merk Memmert, shaker  merk Hitachi tipe TM 3000,  magnetik stirer,  Spektrofotometer UV-Vis merk Shimadzu tipe UV 1601, Spektroskopi inframerah.

Prosedur Pembuatan Kitosan Makropori

Kitosan sebanyak 4 g dilarutkan dalam 100 mL CH3COOH 5%. 25 g campuran tersebut ditambahkan x mg epichlorohydrin. Kemudian ditambahkan 10 g garam dapur dengan ukuran  150-250 µm. Kemudian dituangkan kedalam gelas petri dan didiamkan selama 20 jam kemudian dioven pada temperatur 70oC selama 5 jam. Membran kering yang terbentuk direndam dalam 10 mL larutan NaOH 1M selama 2 jam. Kemudian dicuci dengan menggunakan akuades hingga bebas klorida. Selanjutnya dioven pada temperatur 110oC hingga massa konstan.

Adsorpsi Methyl orange

Pada penentuan pengaruh pH sampel terhadap adsorpsi, larutan methyl orange 20 ppm dengan kisaran pH 3-8 sebanyak 100 mL ditambahkan 0,2 g kitosan:epichlorohydrin (1:20). Kemudian dikocok dengan menggunakan shaker pada kecepatan 100 rpm selama 2 jam. Pada penentuan pengaruh komposisi kitosan:epichlorohydrin terhadap adsorpsi methyl orange, 100 mL larutan  methyl orange  20 ppm pH 7 masing-masing ditambahkanditambahkan 0,2 gram kitosan makropori dengan variasi kitosan:cross-linker (1:20, 1:40, dan 1:60) dan kitosan tanpa porogen.  Kemudian dikocok dengan menggunakan shaker pada kecepatan 100 rpm selama 3 jam.





Penentuan Waktu Kontak Optimum terhadap Adsorpsi Methyl orange
Larutan methyl orange  20 ppm pH 7 sebanyak 100 mL ditambahkan 0,2 g kitosan:epichlorohydrin (1:20). Kemudian dikocok dengan menggunakan shaker pada kecepatan 100 rpm selama 3 jam. Pemipetan larutan setelah adsorpsi dilakukan pada waktu tertentu (x= 0, 1, 5, 10, 15, 20, 25, 30, 45, 60, 120,150 menit dan 180 menit).

Penentuan Konsentrasi Methyl Orange
Larutan methyl orange sebelum dan setelah adsorpsi sebanyak 5 mL diencerkan pada labu ukur 25 mL dan  diukur absorbansinya pada  λ=  462  nm dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Karakterisasi Kitosan
Morfologi kitosan makropori diketahui dengan pengamatan dengan menggunakan SEM. Kitosan makropori hasil penelitian (Gambar 1) memiliki diameter pori yang berbeda, pada rentang 14,6–24,9 µm. Karakterisasi kitosan makropori mengggunakan FT-IR  menunjukkan adanya  vibrasi C-O-C stretching asym  pada 1099,35 cm-1 yang merupakan hasil reaksi epichlorohydrin dan gugus hidroksil pada kitosan. Pada bilangan gelombang 1315,36 cm-1 muncul puncak serapan  yang menunjukkan vibrasi C-N amina sekunder yang merupakan hasil reaksi epichlorohydrin dan gugus amina pada kitosan.

Adsorpsi methyl orange
Pada penelitian ini optimasi adsorpsi methyl orange ditentukan parameter pH larutan dan komposisi kitosan:epichlorohydrin. pH larutan mempengaruhi muatan permukaan adsorben, derajat ionisasi dan analit dapat  terserap dalam adsorpsi tersebut[12]. Hasil penelitian (Gambar 2) menunjukkan adsorpsi fisik lebih mendominasi proses adsorpsi yang ditunjukkan oleh pH larutan tidak memiliki dampak signifikan terhadap adsorpsi methyl orange dengan perbedaan adsorpsi <1%.
Pada pH 3 hingga pH 5, terjadi penurunan jumlah methyl orange yang teradsorpsi, karena  pada pH<pKa  kitosan (6.5), sebagian gugus amina kitosan akan terprotonasi menjadi NH3+,  adsorpsi  sebagian dipengaruhi oleh interaksi 185 elektrostatik antara NH3+ pada kitosan dengan  SO3- pada methyl orange.  pH optimum adsorpsi methyl orange dicapai pH 7, dimana jumlah ion H+ dan OH larutan menstabilkan muatan negatif dari methyl orange, sehingga adsorpsi yang terjadi maksimum.
Pengaruh variasi perbandingan kitosan:epichlorohydrin terhadap adsorpsi methyl orange oleh kitosan makropori tersaji pada Gambar 3.


Kapasitas dan Konstanta Laju Adsorpsi Methyl Orange pada Kitosan Makropori
Hasil penelitian (Gambar 4) bahwa waktu kontak berpengaruh terhadap adsorpsi methyl orange  kitosan makropori. Waktu optimum tercapai pada menit ke-60, pada kondisi ini semua sisi aktif NH3+ pada kitosan dan pori kitosan makropori telah berinteraksisi dengan methyl orange secara maksimum. Pada menit ke 120-180 menunjukkan telah terjadi kesetimbangan adsorpsi dimana laju adsorpsi sama dengan laju desorpsi.

KESIMPULAN
Adsorpsi methyl orange pada kitosan makropori diduga adsorpsi fisik dan adsorpsi kimia. Adsorpsi fisik mendominasi proses adsorpsi yang ditunjukkan oleh pH larutan yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap proses adsorpsi. Kondisi optimum adsorpsi dicapapai pada pH 7 dan  pada menit ke-60.  Kitosan makropori dengan komposisi kitosan:epichlorohydrin 1:40 menunjukkan hasil adsorpsi yang paling baik, kapasitas adsorpsi sebsesar 8,538 mg/g dan konstanta laju adsorpsi (k) sebesar 0,033 menit-1.
.






DAFTAR PUSTAKA

1.  Sharma, S.K., dan Sanghi, R., 2012, Advances in Water Treatment and Pollution Prevention, Springer, New York. 8.538 mg methyl orange /g kitosan makropori187
2. Xia, Y., dkk, 2003, Macroporous Materials Containing Three-dimensionally PeriodicStructure, Yang, P., The Chemistry of Nanostructured Material, World ScientificPublishing, London.
3. Shiue, A., Ma, dkk, 2012, Adsorption Kinetics and Isotherms for the Removal Methyl orange from Wastewaters using Copper Oxide Catalyst Prepared by the Waste Printed Circuit Board,Sustain. Environ, Vol. 22(4), pp. 209-215.
4. Asiagwu, A.K, dkk, 2013, Kinetic Model for the Removal of Methyl orange (Dye) From Aqueous Solution Using Avocado Pear (Persea Americana) Seed, Journal of Chemical, Biological and Physical Sciences, Vol. 3(1), pp. 48-57.
5. An-Chong, C., dkk, 2006, Using Nacl Particles as Porogen to Prepare a Highly Adsorbent Chitosan Membranes, Membrane Science, Vol. 280, pp.163-174.
6. Saha, T.K, dkk, 2010, Adsorption of Methyl orange from Aqueous Solution, J. Water Resource and Protetion, vol. 2, pp. 898-906.
7. Liu, C., dkk, 2004, Sodium Tripolyphosphate (TPP) Crosslinked Chitosan Membranes and Applicatioin in Humic Acid Removal, American Institute of Chemical Engineers, New York.
8. Mohamed, H.M. dan Wilson,L., 2012, Porous Copolymer Resins: Tuning Pore Structure and Surface Area with Non Reactive Porogens, Nanomaterials, Vol.2, pp.163-186.
9. Prayoga, I., 2012, Pengaruh Konsentrasi Glutaraldehida yang Ditambahkan pada Membran Kitosan Terhadap Kinerja Biosensor Konduktometri Diazinon,  Skripsi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang.
10. Huang, R., dkk,  2013, Adsorption of Methyl orange onto Protonated Cross-linked Chitosan, Arabian Journal of Chemistry, pp. 1-9.
11. Vieira, R.S., dan Beppu, M.M., 2008, Chitosan as Adsorbent for Heavy Metal Ions:Performance and Adsorption Mechanism, Robinson, L.N,  Water Resources Research Progress, Nova Science Publicer, Inc, New York.
12. Riapanitra A., Tien S., dan Kapti R., 2006, Penentuan Waktu Kontak dan pH Optimum Penyerapan Metilen Biru Menggunakan Abu Sekam Padi, Jurnal Molekul, Vol.1(1), pp. 41-44.
13. Arisurya, R.E., 2009, Laju  Adsorpsi   Isotermal  Β - Karoten dari Metil Ester Minyak Sawit dengan Menggunakan Atapulgit dan Magnesium Silikat Sintetik, Skripsi, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sunting dari salah satu Jurnal Mahasiswa Universitas Brawijaya